<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Slammet84's Weblog</title>
	<atom:link href="http://slammet84.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://slammet84.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Fri, 26 Dec 2008 00:38:17 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='slammet84.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Slammet84's Weblog</title>
		<link>http://slammet84.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://slammet84.wordpress.com/osd.xml" title="Slammet84&#039;s Weblog" />
	<atom:link rel='hub' href='http://slammet84.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Syarat Laa ilaaha illalloh</title>
		<link>http://slammet84.wordpress.com/2008/12/26/syarat-laa-ilaaha-illalloh/</link>
		<comments>http://slammet84.wordpress.com/2008/12/26/syarat-laa-ilaaha-illalloh/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 26 Dec 2008 00:38:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>slammet84</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[Tauhid]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://slammet84.wordpress.com/2008/12/26/syarat-laa-ilaaha-illalloh/</guid>
		<description><![CDATA[Pertama : Mengetahui maknanya Allah ta’ala berfirman (yang artinya), “Maka ketahuilah bahwa sesungguhnya tiada sesembahan yang hak selain Allah” (QS. Muhammad : 19) Di dalam ayat ini Allah memerintahkan Nabi untuk mengetahui laa ilaaha illallaah. Dan ayat ini juga berlaku bagi kita sebagai umat yang harus meneladaninya. Maka kita juga harus memahami makna laa ilaaha [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=slammet84.wordpress.com&amp;blog=3085034&amp;post=6&amp;subd=slammet84&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pertama : Mengetahui maknanya<br />
Allah ta’ala berfirman (yang artinya), “Maka ketahuilah bahwa sesungguhnya tiada sesembahan yang hak selain Allah” (QS. Muhammad : 19)</p>
<p>Di dalam ayat ini Allah memerintahkan Nabi untuk mengetahui laa ilaaha illallaah. Dan ayat ini juga berlaku bagi kita sebagai umat yang harus meneladaninya. Maka kita juga harus memahami makna laa ilaaha illallaah yaitu tidak ada yang berhak disembah selain Allah. Segala sesuatu yang diibadahi selain Allah adalah sesembahan yang batil. Orang yang meninggal dalam keadaan mengetahui makna laa ilaaha illallaah niscaya akan masuk surga. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa yang meninggal dalam keadaan mengetahui bahwa tidak ada sesembahan (yang hak) selain Allah pasti masuk surga” (HR. Muslim)</p>
<p>Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab rahimahullah mengatakan,<br />
“…Sungguh mengherankan ada orang yang mengaku beragama Islam sementara dia sendiri tidak mengetahui tafsir kalimat ini, padahal orang-orang kafir yang bodoh saja mengetahuinya. Bahkan (lebih parah lagi) dia menyangka bahwa syahadat itu cukup dengan mengucapkan kata-kata saja tanpa keyakinan hati tentang kandungan maknanya. Orang yang cerdik diantara mereka bahkan ada yang mengira maknanya (kalimat tauhid) adalah : tiada yang mencipta, memberi rezki kecuali Allah, tiada yang mengatur segala urusan kecuali Allah. Oleh karenanya tidak terdapat kebaikan sama sekali pada diri seseorang yang orang-orang bodoh dari kaum kafir saja lebih paham darinya tentang kandungan makna laa ilaaha illallaah” (Kasyfu Syubuhaat, dinukil dari At Taudhihaat Al Kaasyifaat ‘ala Kasyfi Syubuhaat, Syaikh Muhammad bin Abdullah Al Habdaan hal. 101)</p>
<p>Syaikh Rabi’ bin Hadi hafizhahullah mengatakan, “Maksud dari syahadat ini (laa ilaaha illallaah) adalah segala macam bentuk ibadah adalah hak yang harus ditunaikan kepada Allah saja, tidak ada sesuatupun selain-Nya yang berhak untuk mendapatkannya barang sedikitpun. Entah dia malaikat yang didekatkan, Nabi yang diutus, orang shalih, batu, pohon, matahari ataupun bulan. Oleh sebab itu tidak boleh diibadahi kecuali Allah saja. Tidak boleh meminta pertolongan supaya dihilangkan bahaya yang sudah menimpa kecuali kepada-Nya. Tidak boleh dimintai pertolongan kecuali Dia. Tidak boleh bertawakal kecuali kepada-Nya. Tidak boleh menjadi sasaran rasa takut dan harap (yang disertai ketundukan, pent) kecuali Dia. Sehingga barangsiapa yang memalingkan salah satu bentuk ibadah tersebut atau ibadah-ibadah yang lainnya kepada selain Allah maka sesungguhnya dia telah mempersekutukan Allah. dan barangsiapa yang mempersekutukan Allah maka sungguh surga telah diharamkan baginya dan tempat tinggalnya adalah neraka. Dan tidak ada satu penolongpun bagi orang-orang zhalim (musyrik) itu.” (Mudzakkirah Hadits Nabawi)</p>
<p>Kedua : Meyakini isinya<br />
Allah ta’ala berfirman (yang artinya), “Sesungguhnya yang disebut orang-orang yang beriman hanyalah orang yang beriman kepada Allah kemudian tidak merasa ragu..” (QS. Al Hujuraat : 15)</p>
<p>Di dalam ayat ini Allah menyebut orang sebagai kaum beriman apabila mereka itu beriman kepada Allah kemudian tidak menyimpan rasa ragu-ragu. Ini menunjukkan keharusan untuk meyakini kebenaran syahadat. Seorang hamba yang bertemu Allah dalam keadaan meyakini makna dua kalimat syahadat pasti masuk surga. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tidaklah ada seorang hamba yang bertemu Allah dengan membawa dua kalimat syahadat ini tanpa keraguan kemudian akan dihalangi masuk surga” (HR. Muslim)</p>
<p>Ketiga : Memurnikan ibadah hanya untuk Allah<br />
Allah ta’ala berfirman (yang artinya), “Ingatlah hanya milik Allah agama yang murni” (QS. Az Zumar : 3) Allah juga berfirman, “Dan tidaklah mereka diperintahkan melainkan supaya menyembah Allah dengan menjalankan agama yang lurus dengan ikhlas untuk-Nya” (QS. Al Bayyinah : 5) Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya Allah mengharamkan surga dimasuki oleh orang yang mengucapkan laa ilaaha illallaah ikhlas hanya mengharapkan wajah Allah ‘azza wa jalla” (HR. Bukhari dan Muslim) Maka seorang yang bersyahadat harus meninggalkan semua peribadahan kepada selain Allah. Siapapun dia, baik itu nabi, malaikat, orang shalih apalagi batu dan pohon. Dengan demikian orang yang mengucapkan kalimat syahadat akan tetapi masih menyembah-nyembah kuburan wali maka syahadatnya tidak sah, keluar dari Islam alias murtad.</p>
<p>Keempat : Bersikap tulus dengan syahadatnya, tidak pura-pura<br />
Allah ta’ala berfirman (yang artinya), “Dan diantara manusia ada orang yang mengucapkan dengan lisannya Kami beriman kepada Allah dan hari akhir akan tetapi sebenarnya mereka bukan termasuk orang beriman” (QS. Al Baqarah : <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_cool.gif' alt='8)' class='wp-smiley' /> Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tidaklah ada seorangpun yang bersaksi bahwa tiada sesembahan yang hak selain Allah dan Muuhammad adalah hamba dan utusan Allah dengan tulus dari dalam hatinya melainkan Allah pasti mengharamkan neraka bagi dirinya” (HR. Bukhari dan Muslim) Orang yang bersyahadat dengan lisannya akan tetapi hatinya mengingkarinya adalah orang yang munafik. Merekalah para pendusta yang diancam dengan siksa di kerak terbawah api neraka. Allah ta’ala berfirman (yang artinya), “Apabila ada orang-orang munafik datang kepadamu mengatakan Kami bersaksi bahwa engkau adalah utusan Allah. Allah mengetahui kalau engkau memang benar-benar Rasul-Nya. Dan Allah bersaksi kalau sesungguhnya orang-orang munafik itu adalah benar-benar tukang dusta” (QS. Al Munaafiquun : 1)</p>
<p>Kelima : Mencintai kandungan syahadat<br />
Allah ta’ala berfirman (yang artinya), “Diantara manusia ada orang-orang yang menjadikan selain Allah sebagai sekutu. Mereka mencintainya sebagaimana mencintai Allah. Sedangkan orang yang beriman lebih dalam cintanya kepada Allah” (QS. Al Baqarah : 165)</p>
<p>Salah satu syarat untuk bisa merasakan manisnya iman adalah lebih mencintai Allah dan Rasul-Nya di atas segala-galanya, sebagaimana tecantum dalam hadits riwayat Bukhari dan Muslim dari sahabat Anas radhiyallahu’anhu. Orang yang tidak mencintai kandungan syahadat maka dia telah kehilangan sebuah syarat yang sangat penting. Karena kecintaan adalah poros ketaatan dan motor penggerak amal. Tanpa cinta seorang hamba tidak akan mau taat dan beramal kepada Tuhannya. Oleh karena itulah orang yang memendam kebencian terhadap makna dan konsekuensi laa ilaaha illallaah telah melepaskan simpul Islam dari dalam dirinya.</p>
<p>Keenam : Tunduk dan patuh kepada Allah ta’ala<br />
Allah berfirman (yang artinya), “Dan kembalilah taat kepada Tuhanmu serta berserah dirilah kepada-Nya” (QS. Az Zumar : 54) Allah juga berfirman (yang artinya), “Barangsiapa yang memasrahkan wajahnya kepada Allah dan berbuat kebaikan maka dia sungguh telah berpegang teguh dengan buhul tali yang sangat kuat (laa ilaaha illallaah)” (QS. Luqman : 22)</p>
<p>Orang yang berserah diri kepada Allah pasti akan tunduk dan patuh kepada perintah dan larangan-Nya. Karena dia telah bersaksi Allah lah satu-satunya sesembahannya yang hak maka diapun harus tunduk dan patuh kepada-Nya. Orang yang mengucapkan syahadat tapi tidak mau tunduk beribadah kepada Allah maka syahadatnya tidak sah.</p>
<p>Ketujuh : Menerima isi kalimat tauhid<br />
Allah ta’ala berfirman (yang artinya), “Sesungguhnya orang-orang kafir itu apabila diperintahkan kepada mereka untuk mengucapkan laa ilaaha illallaah maka mereka pun menyombongkan diri” (QS. Ash Shaaffaat : 35) Lihatlah sifat orang-orang kafir ini. Mereka tidak mau menerima isi kalimat tauhid. Mereka justru menyombongkan diri. Maka demikian pula orang yang mengaku Islam tetapi tidak mau menerima isi kalimat tauhid. Yaitu orang yang tidak mau menerima ketetapan bahwa segala ibadah hanya boleh ditujukan kepada Allah. Atau tidak mau menerima keyakinan bahwasanya semua keyakinan yang bertentangan dengan isi laa ilaaha illallaah adalah batil. Maka pada hakikatnya orang seperti ini telah kehilangan salah satu syarat syahadat. Sehingga syahadatnya tidak sah alias keluar dari Islam, meskipun dia masih megucapkan syahadat itu setiap pagi dan sore, dan meskipun rumahnya dipenuhi dengan hiasan kaligrafi laa ilaaha illallaah !!</p>
<p>(bahan bacaan : At Tanbihaat Al Mukhtasharah Syarh Al Wajibaat, Syaikh Ibrahim bin Syaikh Shalih Al Khuraishi. Sudah ada terjemahnya berjudul ‘Penjelasan Hal-hal Yang Harus diketahui oleh setiap Muslim dan Muslimah’)</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/slammet84.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/slammet84.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/slammet84.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/slammet84.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/slammet84.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/slammet84.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/slammet84.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/slammet84.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/slammet84.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/slammet84.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/slammet84.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/slammet84.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/slammet84.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/slammet84.wordpress.com/6/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=slammet84.wordpress.com&amp;blog=3085034&amp;post=6&amp;subd=slammet84&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://slammet84.wordpress.com/2008/12/26/syarat-laa-ilaaha-illalloh/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a835cc751a906059aca8f35365aca7a6?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">slammet84</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Takdir Alloh tidak kejam</title>
		<link>http://slammet84.wordpress.com/2008/12/17/takdir-alloh-tidak-kejam/</link>
		<comments>http://slammet84.wordpress.com/2008/12/17/takdir-alloh-tidak-kejam/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 17 Dec 2008 03:58:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>slammet84</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[Takdir Alloh]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://slammet84.wordpress.com/2008/12/17/takdir-alloh-tidak-kejam/</guid>
		<description><![CDATA[Pembaca yang budiman, iman kepada takdir merupakan salah satu rukun iman yang enam. Barangsiapa tidak mengimaninya sungguh dia telah terjerumus dalam kekafiran meskipun dia mengimani rukun-rukun iman yang lainnya. Walhamdulillah banyak diantara kaum muslimin yang telah mengenal takdir, akan tetapi amat disayangkan ternyata masih terdapat berbagai fenomena yang justru menodai bahkan bertentangan dengan keimanan kepada [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=slammet84.wordpress.com&amp;blog=3085034&amp;post=4&amp;subd=slammet84&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pembaca yang budiman, iman kepada takdir merupakan salah satu rukun iman yang enam. Barangsiapa tidak mengimaninya sungguh dia telah terjerumus dalam kekafiran meskipun dia mengimani rukun-rukun iman yang lainnya. Walhamdulillah banyak diantara kaum muslimin yang telah mengenal takdir, akan tetapi amat disayangkan ternyata masih terdapat berbagai fenomena yang justru menodai bahkan bertentangan dengan keimanan kepada takdir.</p>
<p>Barangkali masih tersimpan dalam ingatan kita tatkala seorang artis mempopulerkan lagu `Takdir memang kejam&#8217; yang sangat digemari oleh sebagian masyarakat negeri ini beberapa waktu lampau, yang menunjukkan betapa mudahnya masyarakat kita menerima sesuatu yang menurut mereka bagus namun pada hakikatnya justeru merusak akidah mereka. Karena itulah setiap muslim wajib membekali dirinya dengan pemahaman takdir yang benar sebagaimana yang diajarkan oleh Allah dan Rosul-Nya. Dalam mengimani takdir ada empat hal yang harus diyakini dalam dada setiap muslim yaitu al `ilmu, al kitabah, al masyi&#8217;ah dan al kholq.</p>
<p>Pertama, Al `Ilmu (Tentang Ilmu Allah)</p>
<p>Kita meyakini bahwa ilmu Allah Ta&#8217;ala meliputi segala sesuatu secara global dan terperinci yang terjadi sejak zaman azali (yang tidak berpermulaan) sampai abadi (yang tidak berkesudahan) . Allah Ta&#8217;ala berfirman, &#8220;Apakah kamu tidak mengetahui bahwa sesungguhnya Allah mengetahui apa saja yang ada di langit dan di bumi?; bahwasanya yang demikian itu terdapat dalam sebuah kitab (Lauh Mahfuzh). Sesungguhnya yang demikian itu amat mudah bagi Allah.&#8221; (Al Hajj: 70). Allah sudah tahu siapa saja yang akan menghuni Surga dan siapa yang akan menghuni Neraka. Tidak ada satupun makhluk di langit maupun di bumi bahkan di dalam perut bumi sekalipun yang luput dari pengetahuan- Nya.</p>
<p>Kedua, Al Kitabah (Tentang Penulisan Ilmu Allah)</p>
<p>Kita meyakini bahwa Allah Ta&#8217;ala telah menuliskan ilmu-Nya tentang segala sesuatu yang terjadi di dalam Lauhul Mahfuzh sejak 50 ribu tahun sebelum penciptaan langit dan bumi. Rosululloh shollAllahu `alaihi wa sallam bersabda, &#8220;Allah telah menulis takdir seluruh makhluk ciptaan-Nya semejak lima puluh ribu tahun sebelum penciptaan langit dan bumi.&#8221; (HR. Muslim). Takdir yang ditulis di Lauhul Mahfuzh ini tidak pernah berubah. Berdasarkan ilmu-Nya, Allah telah menuliskan siapa saja yang termasuk penghuni surga dan siapa yang termasuk penghuni neraka. Namun tidak ada satu orangpun yang mengetahui apa yang ditulis di Lauhul Mahfuzh kecuali setelah hal itu terjadi.</p>
<p>Ketiga, Al Masyi&#8217;ah (Tentang Kehendak Allah)</p>
<p>Kita meyakini bahwa Allah Ta&#8217;ala memiliki kehendak yang meliputi segala sesuatu. Tidak ada satu perbuatan makhluk pun yang keluar dari kehendak-Nya. Segala sesuatu yang terjadi semuanya di bawah kehendak (masyi&#8217;ah) Allah, entah itu disukai atau tidak disukai oleh syari&#8217;at. Inilah yang disebut dengan Irodah Kauniyah Qodariyah atau Al Masyi&#8217;ah. Seperti adanya ketaatan dan kemaksiatan itu semua terjadi di bawah kehendak Allah yang satu ini. Meskipun kemaksiatan itu tidak diinginkan terjadi oleh aturan syari&#8217;at.</p>
<p>Di sisi lain Allah memiliki Irodah Syar&#8217;iyah Diniyah. Di dalam jenis kehendak/irodah yang kedua ini terkandung kecintaan Allah. Maka orang yang berbuat taat telah menuruti 2 macam kehendak Allah ini. Adapun orang yang bermaksiat dia telah menyimpang dari Irodah Syar&#8217;iyah namun tidak terlepas dari Irodah Kauniyah. Lalu apakah orang yang bermaksiat ini terpuji? Jawabnya, Tidak. Karena dia telah melakukan perkara yang tidak dicintai d bahkan dibenci oleh Allah.</p>
<p>Keempat, Al Kholq (Tentang Penciptaan Segala Sesuatu Oleh Allah)</p>
<p>Kita meyakini bahwa segala sesuatu yang ada di alam semesta adalah makhluk ciptaan Allah baik itu berupa dzat maupun sifat, demikian juga seluruh gerak-gerik yang terjadi di dalamnya. Allah Ta&#8217;ala befirman, &#8220;Allah adalah pencipta segala sesuatu.&#8221; (Az Zumar: 62). Perbuatan hamba juga termasuk makhluk ciptaan Allah, karena perbuatan tersebut terjadi dengan kehendak dan kemampuan hamba; yang kedua-duanya ada karena diciptakan oleh Allah. Allah Ta&#8217;ala berfirman, &#8220;Allah-lah yang Menciptakan kalian dan amal perbuatan kalian.&#8221; (QS. Ash Shoffaat: 96)</p>
<p>Sumber Kesesatan Dalam Memahami Takdir</p>
<p>Sesungguhnya kesesatan dalam memahami takdir bersumber dari kesalahpahaman dalam memahami kehendak/irodah Allah. Mereka yang menganggap terjadinya kemaksiatan terjadi di luar kehendak Allah telah menyingkirkan dalil-dalil Al Kitab dan As Sunnah yang menunjukkan tentang Irodah Kauniyah. Orang-orang semacam ini akhirnya terjatuh dalam kesesatan tipe Qodariyah yang menolak takdir. Sedangkan mereka yang menganggap segala sesuatu yang ada baik ketaatan maupun kemaksiatan terjadi karena dicintai Allah telah menyingkirkan dalil-dalil Al Kitab dan As Sunnah yang mengancam hamba yang menyimpang dari Irodah Syar&#8217;iyah. Orang-orang semacam ini akhirnya terjatuh dalam kesesatan tipe Jabriyah yang menganggap hamba dalam keadaan dipaksa oleh Allah. Maha Suci lagi Maha Tinggi Allah dari apa yang mereka katakan. Maka Ahlus Sunnah berada di tengah-tengah, mereka mengimani Irodah Syar&#8217;iyah dan Irodah Kauniyah, dan inilah pemahaman Nabi dan para sahabat.</p>
<p>Takdir Adalah Rahasia Allah</p>
<p>Ali bin Abi Tholib rodhiyAllahu `anhu menceritakan bahwa Nabi shollAllahu `alaihi wa sallam pernah bersabda, &#8220;Setiap kalian telah ditulis tempat duduknya di surga atau di neraka.&#8221; Maka ada seseorang dari suatu kaum yang berkata, &#8220;Kalau begitu kami bersandar saja (tidak beramal-pent) wahai Rosululloh?&#8221;. Maka beliau pun menjawab, &#8220;Jangan demikian, beramallah kalian karena setiap orang akan dimudahkan&#8221;, kemudian beliau membaca firman Allah, &#8220;Adapun orang-orang yang mau berderma dan bertakwa serta membenarkan Al Husna (Surga) maka kami siapkan baginya jalan yang mudah.&#8221; (QS. Al Lail: 5-7). (HR. Bukhori dan Muslim). Inilah nasehat Nabi kepada kita untuk tidak bertopang dagu dan supaya senantiasa bersemangat dalam beramal dan tidak menjadikan takdir sebagai dalih untuk bermaksiat.</p>
<p>Pilih Mana: Jalan ke Surga Atau ke Neraka?</p>
<p>Apabila di hadapan anda terdapat 2 buah jalan; yang satu menuju daerah yang penuh kekisruhan dan ketidakamanan, sedangkan jalan yang satunya menuju daerah yang penuh ketentraman dan keamanan. Akan kemanakah anda akan melangkahkan kaki? Akal sehat tentu tidak memilih jalan yang pertama. Maka demikian pulalah seharusnya kita bersikap dalam memilih jalan yang menuju kehidupan akhirat kita, hendaknya jalan ke surga itulah yang kita pilih bukan sebaliknya. Alangkah tidak adilnya manusia yang memilih kesenangan duniawi dengan akalnya namun justeru memilih kesengsaraan akhirat dengan dalih takdir dan membuang akal sehatnya. Suatu saat ada pencuri yang hendak dipotong tangan oleh kholifah Umar, namun pencuri ini mengatakan, &#8220;Wahai Amirul Mukminin sesungguhnya aku mencuri hanya karena takdir Allah.&#8221; Umar pun menjawab, &#8220;Dan Kami pun memotong tangan dengan takdir Allah.&#8221; Lalu siapakah yang kejam? Bukan takdir Allah yang kejam tapi merekalah yang menganiaya diri mereka sendiri. WAllahu a&#8217;lam bish showaab.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/slammet84.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/slammet84.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/slammet84.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/slammet84.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/slammet84.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/slammet84.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/slammet84.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/slammet84.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/slammet84.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/slammet84.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/slammet84.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/slammet84.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/slammet84.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/slammet84.wordpress.com/4/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=slammet84.wordpress.com&amp;blog=3085034&amp;post=4&amp;subd=slammet84&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://slammet84.wordpress.com/2008/12/17/takdir-alloh-tidak-kejam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a835cc751a906059aca8f35365aca7a6?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">slammet84</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Nikmat terbesar</title>
		<link>http://slammet84.wordpress.com/2008/03/12/nikmat-terbesar/</link>
		<comments>http://slammet84.wordpress.com/2008/03/12/nikmat-terbesar/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 12 Mar 2008 08:54:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>slammet84</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://slammet84.wordpress.com/?p=3</guid>
		<description><![CDATA[Segala puji bagi alloh yang telah banyak memberikan banyak kenikmatan pada hamba,shalawat serta salam semoga senantiasa terlimpah pada nabi yang mulia Muhammad shallallahu&#8217;alaihiwassalam. Sesungguhnya nikmat terbesar yang alloh karuniakan pada kita adalah nikmat iman dan islam, pemberian dari alloh yang tak bisa ditukar dengan harta sepenuh langit dan bumi. Oleh karena itu nikmat yang besar [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=slammet84.wordpress.com&amp;blog=3085034&amp;post=3&amp;subd=slammet84&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Segala puji bagi alloh yang telah banyak memberikan banyak kenikmatan pada hamba,shalawat serta salam semoga senantiasa terlimpah pada nabi yang mulia Muhammad shallallahu&#8217;alaihiwassalam.<br />
Sesungguhnya nikmat terbesar yang alloh karuniakan pada kita adalah nikmat iman dan islam, pemberian dari alloh yang tak bisa ditukar dengan harta sepenuh langit dan bumi.</p>
<p>Oleh karena itu nikmat yang besar ini harus senantiasa dipelihara sampai ajal menjeput kita&#8230;</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/slammet84.wordpress.com/3/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/slammet84.wordpress.com/3/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/slammet84.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/slammet84.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/slammet84.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/slammet84.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/slammet84.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/slammet84.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/slammet84.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/slammet84.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/slammet84.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/slammet84.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/slammet84.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/slammet84.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/slammet84.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/slammet84.wordpress.com/3/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=slammet84.wordpress.com&amp;blog=3085034&amp;post=3&amp;subd=slammet84&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://slammet84.wordpress.com/2008/03/12/nikmat-terbesar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a835cc751a906059aca8f35365aca7a6?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">slammet84</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hello world!</title>
		<link>http://slammet84.wordpress.com/2008/03/07/hello-world/</link>
		<comments>http://slammet84.wordpress.com/2008/03/07/hello-world/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 07 Mar 2008 01:58:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>slammet84</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false"></guid>
		<description><![CDATA[Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=slammet84.wordpress.com&amp;blog=3085034&amp;post=1&amp;subd=slammet84&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Welcome to <a href="http://wordpress.com/">WordPress.com</a>. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/slammet84.wordpress.com/1/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/slammet84.wordpress.com/1/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/slammet84.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/slammet84.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/slammet84.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/slammet84.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/slammet84.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/slammet84.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/slammet84.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/slammet84.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/slammet84.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/slammet84.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/slammet84.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/slammet84.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/slammet84.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/slammet84.wordpress.com/1/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=slammet84.wordpress.com&amp;blog=3085034&amp;post=1&amp;subd=slammet84&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://slammet84.wordpress.com/2008/03/07/hello-world/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a835cc751a906059aca8f35365aca7a6?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">slammet84</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
